Review Komik Heavenly Martial God

Review Komik Heavenly Martial God. Komik Heavenly Martial God yang mulai serialisasi sejak 2021 kembali menjadi sorotan di awal 2026. Manhwa martial arts ini masih berlangsung dengan update rutin di beberapa platform, meski season pertama sempat hiatus panjang. Cerita tentang Ha Hoo Young, seniman bela diri terkuat yang direinkarnasi ke masa depan, terus digemari penggemar genre murim dan revenge. Dengan lebih dari 80 chapter hingga kini, karya ini tetap relevan karena campuran aksi brutal, humor gelap, dan tema ambisi abadi. BERITA VOLI

Plot dan Karakter Utama: Review Komik Heavenly Martial God

Cerita berpusat pada Ha Hoo Young, matchless martial artist yang mendominasi dunia tapi bosan karena tak ada lawan lagi. Ia mencoba naik ke alam dewa, tapi ditolak karena karma pembantaiannya, lalu jatuh dan bangun 60 tahun kemudian di tubuh lemah seorang pemuda cantik yang sering disalahartikan. Dengan pengetahuan lama, Ha Hoo Young mulai bangun kekuatan dari nol, balas dendam pada musuh baru, dan taklukkan murim yang berubah.

Ha Hoo Young digambarkan arrogant, ruthless, tapi lucu karena penampilan barunya yang “feminin”. Karakter pendukung seperti murid, rival sekte, dan keluarga angkat menambah konflik. Chemistry Ha Hoo Young dengan dunia baru terasa entertaining, terutama saat ia pakai taktik licik untuk naik cepat tanpa ampun.

Elemen Aksi dan Humor: Review Komik Heavenly Martial God

Heavenly Martial God unggul di fight scene brutal dengan teknik martial arts detail, dari pukulan destruktif hingga qi explosion. Elemen humor datang dari kontradiksi: MC terkuat tapi tubuh lemah awalnya, plus salah paham gender karena wajah cantiknya. Tema karma, ascension, dan kritik dewa jadi benang merah, membuat cerita tak hanya aksi tapi ada refleksi gelap.

Ilustrasi dinamis dengan panel fight megah, meski awal agak sederhana. Tempo cepat di arc pertarungan, dengan cliffhanger soal rival baru atau evolusi kekuatan MC, bikin pembaca ketagihan.

Kelebihan dan Kritik

Komik ini dipuji karena MC villainous yang refreshing, humor gag dari situasi absurd, serta progression overpower yang memuaskan. Banyak pembaca suka personality Ha Hoo Young yang tak berubah meski reincarnate, plus potensi season lanjutan yang makin epik. Update stabil di 2026 membuatnya addicting bagi penggemar murim klasik.

Di sisi lain, kritik bilang plot predictable dengan trope reincarnate standar, karakter sampingan 1D, serta pacing lambat di bagian training. Beberapa merasa humor repetitif dan MC terlalu OP cepat, kurangi tension. Meski begitu, setelah 20-30 chapter, cerita semakin solid.

Kesimpulan

Heavenly Martial God tetap jadi manhwa martial arts entertaining dengan twist reincarnate gelap di awal 2026 ini. Kisah Ha Hoo Young mengingatkan bahwa ambisi tak pernah mati, meski tubuh baru dan dunia berubah. Dengan aksi brutal, humor unik, dan update berkelanjutan, komik ini layak diikuti bagi penggemar revenge overpower. Secara keseluruhan, ini karya solid yang campur tawa dan adrenalin, cocok untuk bacaan panjang penuh dominasi murim.

BACA SELENGKAPNYA DI…